Sabtu, 16 April 2016

Resensi Film TRAGEDI JAKARTA 1998


Judul: Tragedi Jakarta 1998 (Gerakan Mahasiswa Indonesia)

Produksi: Media Sindikasi

Sutradara: Tino Saroenggallo

Menjelang jatuhnya Soeharto Jakarta diwarnai merah Darah Mahasiswa. Tanggal 12 Mei 1.998 beberapa mahsiswa Universitas Trisakti menjadi Korban penembakan aparat. Hal ITU memicu timbulnya Gelombang kerusuhan Yang memakan ratusan nyawa. Kondisi `negara gonjang-ganjing kemudian Soeharto lengser Penghasilan kena pajak tidak mendapat dukungan bahasa Dari ulama Dan Tokoh Masyarakat. PADA SAAT Inilah Indonesia memulai Babak Baru sejarah Yang disebut reformasi.

Namun, BJ Habibie diangkat menjadi Presiden Yang menggantikan Soeharto dianggap sebagai kroni penguasa Orde Baru, hingga Gelombang demontrasi pun Terus berlanjut. Mahasiswa menolak Habibie. Puncak ketegangan Bahasa Dari * Semua ITU PADA SAAT adalah Sidang Istimewa MPR berlangsung. Mahasiswa Terus menembus Batas perlindungan Gedung MPR Yang telah ditetapkan, sehingga bentrok ANTARA mahsiswa Dan militer Terus memakan Korban. Bahkan PADA SAAT menjelang beberapa Penutupan SI, di Jembatan Semanggi, Dekat kampus Atmajaya, bebarapa Mahasiswa Dilaporkan gugur, mereka menjadi Korban tajamnya peluru aparat keamanan.

Penghasilan kena pajak SI pun Mahasiswa Terus turun-Ke jalan. Mereka menuntut agar pemerintah mengadili Soeharto beserta kroninya. Kerusuhan demi kerusuhan terjadi Terus Dalam, kurun waktu inisial. Bentrok ANTARA militer Dan Sipil (Mahasiswa) Terus menambah PT KALBE Korban. Illustrasi Film inisial disebutkan Tragedi Jakarta berahir PADA tanggal 17 Desember 1998.

Film dokumenter berdurasi 42 menit Yang inisial lebih banyak menceritakan Tragedi kerusuhan di Jakarta secara kronoligis. MULAI Bahasa Dari peristiwa penembakan Trisakti Mahasiswa Yang kemudian memicu amuk massa, Soeharto lengser hingga Tragedi Semanggi Yang terjadi bersamaan Sidang Istimewa MPR.


Film Yang disutradarai Tino Saroenggalo inisial tidak berusaha mengungkap peristiwa menagapa Berdarah ITU terjadi, tetapi lebih cenderung mengikuti alur peristiwa seperti APA Yang beritakan Media Masa PADA Masa ITU, sehingga dokumenter inisial terkesan mirip rangkuman Berita.

Bahasa Dari Segi GAMBAR Film dokumenter Yang pernah menjaurai Asia Fasific Festival Film Bagus inisial. Bahasa Dalam, narasi mudah dimengerti. Tetapi sayang ADA pernyataan narasumber Artikel Baru Suara Yang kurang jelas. Hal Lain Yang dihadirkan narasumber kurang begitu Mendalam ulasannya terhadap tema. Narasumber Bahasa Dari pihak militer Yang PADA SAAT ITU Artikel Baru bentrok mahsiswa pun tidak ADA, sehingga mengesankan Film tidak inisial menutupi kedua sisi, pembuat film yang hanya memandang bahasa Dari sudut Mahasiswa.

Teknik Yang digunakan PADA GAMBAR pengambilan Artikel Baru narasumber kurang tepat. Illustrasi Hal inisial ketika soundbite bahasa Dari aktivis forum kota GAMBAR Yang dihadirkan Langsung menutup Dan sudut yang rendah , sehingga dramatisasi kurang ter- tutup
Film Yang berbentuk Sejarah Dokumentary inisial secara UMUM dapat memberikan rasa keingintahuan penonton menegenai kerusuhan '98. kronologis Cerita didukung Artikel Baru Yang GAMBAR memadai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar